Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Belajar Menulis Dengan ATM


Salam sobat FLP...

Sobat-sobat punya tabungan kan ? tentu ATM sudah tidak asing ditelinga sobat. Biasanya kalo sobat FLP mau ngambil uang atau transfer pasti nyari ATM, karena lebih simpel dan tidak ribet.

ATM yang mau dibahas bukan ATM yang sobat kenal. Kecuali memang sobat FLP mau transfer uang ke saya baru saya bahas.. hehehe..

Udah ah, banyak basa-basi jadinya, syukur kalo beneran sobat transfer ke saya. Tp udah ah, saya nggak ngarep kok.... Dzigh !!!! Mau tau nggak ni ?? Ngacung dulu ayoooo... Yuk.. brengkooot..

ATM ???


A = Amati, T = Tiru, M = Modifikasi


Amati
Ada rekan penyair yang sajaknya sudah melejit dan banyak dimuat di media massa, saya sempat bertanya resep bagaimana cara agar bisa dimuat di media massa. Dia bilang “Coba kamu pelajari sajak-sajak yang dimuat setiap edisinya, kemudian kamu amati setiap karakter sajak pada masing-masing media. Jika diperhatikan setiap media memiliki karakter masing-masing, kemudian kamu amati juga karakter sajak yang kamu buat, dari situ kamu bisa menilai sajak yang kamu buat cocok dikirim ke media yang mana.”

Tiru
Ada pengalaman dari rekan yang suka nulis juga, dan kita sudah biasa bertukar tulisan untuk saling komentari. Setelah dipelajari tulisannya, ternyata tidak jauh dari apa yang sering dibacanya, dari mulai tema-tema nya, latar, judulnya hampir mirip dengan buku-buku yang sering ia baca.

Nah maksudnya mengulas itu karena apa salahnya kalau kita mencoba meniru dahulu dari karya-karya penulis hebat yang sering kita baca. Bukankah pada saat kita mulai belajar bicara meniru ucapan-ucapan yang diajarkan orang tua kita. hehe... sayang nya nggak inget masa-masa itu. hikz hikz hikz..........

Modifikasi

Setelah di amati pangsa pasarnya, kemudian meniru dulu dari karya-karya orang lain sambil mengasah keampuan menulis sobat, baru ciptakan karakter dari tulisan sobat dengan memodifikasinya, karena pada dasarnya karakter dalam penulisan itu sangatlah penting. Coba saja sobat perhatikan buku-buku yang sobat baca, masing-masing punya karakter dan keunikan tersendiri. Saya yakin, sobat sudah punya karakter ya....

Sekian dulu ya... panjang-panjang juga belum tentu dibaca semu sama sobat FLP.. Semoga bermanfaat, maaf saya juga masih belajar tulis menulis, jadi strukturnya masih acak-acakan... dan semoga bisa dipahami.

Tinggalkan jejak di form komentar ya....

Read More → Belajar Menulis Dengan ATM

Journey To Baitullah

Paket Umroh Bulan Desember 2014

Inilah memoar reflektif atau diari inspiratif bagaimana rasanya berkesempatan berkunjung ke Baitullah, menunaikan ibadah haji dan umrah, beserta segenap perjuangan, kegigihan dan kelezatannya. Sebuah “bacaan curhat” seorang wanita yang telah berhaji, yang begitu sempurna didera CINTA BAITULLAH.

SITI ROKHMI LESTARI, Penulis yang memberikan buku hariannya untuk menjadi gambaran bagi para calon jemaah haji. Dalam buku ini, kita diajak untuk mengikuti detik-detik perjalanan haji, dari mulai persiapan hingga kembali ke Indonesia. Disertai dengan peristiwa-peristiwa yang menakjubkan membuat buku ini menarik untuk dibaca.

Menjelang Bulan Desember, Persiapkan diri Anda untuk mengambil Paket Umroh Bulan Desember 2014 atau Paket Umroh Plus Turki Bulan Desember 2014

Read More → Journey To Baitullah

HIKAYAT PEMANEN KENTANG

Oleh : Arman Mulyadin

Yang memanah sekaligus memapah
mereka ke rumah,
bukan kompas pada peta kaku semata.
yang terus berputar, mengupas angka
menupas arah, lantas
tertiup angin tanpa beban
ialah pucuk-pucuk eru berjajaran.
memainkan likuan jalan,
menjatuhkan jarum-jarum penyubur keikhlasan
mengetuk dada penuh kesabaran.
(kutipan puisi hikayat pemanen kentang)

Dalam buku ini, Mugya Syahreza Santosa memberikan diksi dan bunyi yang intens. Disertai juga dengan beragam ornamen dan metafora-metafora yang mempesona.  Isinya lebih diarahkan ke hubungan antara manusia dengan alam. Membaca Hikayat Pemanen Kentang seperti menjelajahi perkebunan dan bertemu para petani, juga menghargai mereka dengan dikaitkannya antara tetumbuhan dengan “Racikan Hidup” . Dengan gaya bahasa yang ringan, Hikayat Pemanen Kentang ini memberikan kesejukan dalam membacanya

Read More → HIKAYAT PEMANEN KENTANG

KREATIFITAS MENULIS


Oleh : Arman Mulyadin

Menjadi penulis tidak harus dari kalangan Pelajar atau Mahasiswa, Orang yang tidak tamat SD sekalipun sebenarnya bisa menulis. Tapi proses kreatif dalam penyampaiannyalah yang membedakan.

Karya tulis memang menuntut kreatifitas penulis dalam menyampaikan dan menuangkan gagasan. Yang mana bagaimana caranya agar pembaca bisa memahami dan mengerti dengan maksud dan tujuan dari apa yang ditulis.

Penulis juga haruslah kreatif dalam memilih judul dan tema agar menarik perhatian pembaca. Karena judul bisa diibaratkan organ tubuh yang paling penting. Kurang menariknya judul, membuat pembaca enggan untuk melanjutkan membaca.

Contoh,
Judul 1 : MAU KAYA HARUS KERJA
Judul 2 : TIDAK USAH KERJA KALAU MAU KAYA
Pada judul yang pertama, itu sudahlan merupakan sesuatu yang lumrah dan semua orang sudah tau tanpa harus dijelaskan. Pembaca pun akhirnya enggan melanjutkan membaca.

Untuk judul yang ke dua, itu sangatlah tidak mungkin bagi sebagian orang, tapi bagi otak kanan itu sangatlah mungkin. Lah kok ? bagaimana mungkin bisa Kaya kalau tidak bekerja ? Penasaran kan ? sama, saya juga penasaran...

Nah itulah yang dimaksud dengan kreatif, yang mana si pembaca merasa penasaran untuk membaca isinya.
Kemudian kreatifitas pemasaran, disini saya mengutip cerita Andreas Harefa. Sebelum menulis, perhatikan dahulu target pasarnya, semisal target kita adalah para pelaku bisnis Multi Level Marketing (MLM). Kita bisa langsung menawarkan dahulu berupa kerangka karangan ke perusahaan-perusahaan MLM sebelum kita tulis. Dan jelas, harus menarik perhatian supaya Client tertarik dengan apa yang akan kita tulis. dalam ceritanya Andreas Harefa terbukti berhasil dengan sistem ini, dengan menawarkannya kepada CNI, kemudian tertarik, lalu memesan dalam jumlah banyak sebelum terbit.

Jadi, Mari menulis kreatif.....

Read More → KREATIFITAS MENULIS

MENULIS DENGAN BERDARAH-DARAH



Oleh : Arman Mulyadin

Menjadi penulis terkenal menjadi dambaan sebagian orang, namun tidak sedikit dari mereka yang merasa ‘gagal’ kemudian berhenti menulis.

Saya akan menceritakan seorang tokoh yang menurut saya ‘sangat’ penting di dunia kepenulisan maupun sastra. Beliau aktif di Komite Sastra Dewan Kesenian Cianjur, dan Ketua di Komunitas Sastra Cianjur, beliau akrab disapa Kang Yusuf Gigan.

Pertama kali saya mengenal beliau ketika saya mengikuti Lomba Baca Puisi Islami Ramadhan yang diselenggarakan oleh Harimart (sekarang Cianjur Super Mall) Cianjur. Kang Yusuf menjadi juri pada acara tersebut. 

Sebelum acara dimulai, ada kesempatan bagi saya untuk menyapanya. Karena memang namanya sudah saya kenal lewat antologi puisinya berjudul Kidung Leluhur Cianjur. Disela waktu yang sempit, saya menyapanya dan sedikit bertanya jawab. Tidak lama kemudian, peserta lain datang bergabung ikut mengobrol. Disitu saya berkenalan dengan Khoer Jurzani, penyair yang sekarang mendapat Beasiswa kuliah di Sekolah Islam Al-Azhary Cianjur dan menjadi sahabat saya. Pertemuan dengan Khoer lah yang membuat saya mengenal Forum Lingkar Pena Cianjur.

Kang Yusuf kemudian mengundang saya dan Khoer untuk hadir pada pertemuan di Sanggar Sastra (Komunitas Sastra Cianjur) sekalian buka bersama, disitulah saya mulai bertemu dengan penulis-penulis muda berbakat asal Cianjur. Mereka rata-rata pelajar SMP dan SMA. Waaah.. antusiasme yang sangat luar biasa menurut saya. Dan satu hal yang menarik, Kang Yusuf tidak menerima bayaran sepeserpun dari  Sanggar yang dikelolanya.

Satu petikan yang selalu saya ingat adalah bahwa “menjadi penulis, haruslah berdarah-darah” berdarah-darah maksudnya berjuang dan selalu bersemangat. Semisal perbanyak membaca dan terus berlatih dan diasah terus menerus agar hasilnya bisa maksimal.

Terbukti berkat Sanggar yang di Kelolanya tercipta penyair-penyair muda dan pembaca puisi handal yang memenangkan sayembara-sayembara bergengsi.  Bahkan diantaranya menjadi duta pelajar untuk Indonesia dan menghadiri pertemuan-pertemuan dimancanegara.

Read More → MENULIS DENGAN BERDARAH-DARAH